Dalam Kelam. . .

Dalam kelam tak berbatas kehidupan. . .
Dalam kelam yang berbatas kehampaan. . .
Dalam kelam menembus jurang keterasingan. . .
Hingga jatuh pada hitam jiwa kebusukan. . .

Menembus raga dan terlepas
Dalam ranah terkelam
Jeritan dan rintihan adalah kesakitan raga tanpa jiwa

Dalam kelam. . . .
Raga itu menangis tanpa air mata. . .

Cinta Itu

Cinta itu. . .

Bukan sebuah toko yang mudah dimasuki
Bukannya barang yang dapat ditawar
Buka pula sesuatu yang bisa dipinjamnya
Bukan juga baju yang setiap waktu diganti

Cinta itu. . .

Tak kenal menyakiti malah menyembuhkan
Tak kenal memberi duka malah menanam suka
Tak kenal membingungkan malah memberi kepastian
Dan cinta adalah kesederhanaan hati untuk mencintai

Aku dan Sampah Dunia…

Aku hanya sampah kehiudpan
Aku hanya manusia terbuang
Aku yang ada ketika mereka membutuhkan
Dan aku yang ditinggalankan ketika usai

Aku yang disia-siakan
Aku yang mereka tendang
Aku hanya tertuduh salah dalam hidup

Mataku adalah tundukan lesu
Tubuhku hanya dapat mereka rusak
Buat mereka aku hanya pantas menghilang
Berharap tak kan mengenal sampah jalang
Sepertiku…

Jiwaku menjerit!!!!
Aku tak mampu…
Melihat dan mendengar munafiknya
Kebusukan orang-orang itu…

Namun sekali lagi…
Aku hanya dapat dapat terduduk disudut kehampaan…

Kasih

Kasih…
Biarkanku tinggal disini
Biarkan ku bersandar dari pelukmu
Menatap senyum indahmu
Medekap dan memeluk erat tubuhmu

Kasih…
Biarkanku terbang bersamamu
Biarkanku bersama mimpimu
Dihidupku selalu…

Kasih…
Indah bayang wajahmu
Membuatku terpaku…
Dalam khayal dan anganku
Tentangmu…

Cintaku selalu bersamamu…
Hatiku adalah untukmu
Dan…
Jiwamu memberiku nywa dalam kehidupan…

Tentangku dan Sunyi

Aku hanya menutup mata
Dan tak pernah melhat kenyataan
Aku hanya menutup telinga
Dan tak pernah mendengar kata dunia

Kenyataan yang aku tahu
Adalah kegelapan
Suara yang aku dengar
Adalah kesunyian

Tak pernah ada warna
Tak pernah ada nada
Yang ada hanya sunyi nya jiwa

Di Kehidupanku…

Aku tak pernah tahu siapa diriku

Aku tak pernah mengerti siapa aku

Aku tak pernah sadar akan diriku

Tak pernah sekalipun di hidupku

Sekalipun aku berteriak

Sekalipun aku menjerit

Sekalipun aku merintih dan memekik

Tak akan ada yang pernah peduli

Dikehidupan aku sendiri

Dikehidupan aku tersunyi

Menjalani ratap tangis hiudp ini

Yang tak berarti dan bernadi

Mereka yang melihat

Hanya menutup mata

Mereka yang mendengar

Hanya membisu tanpa suara

Mereka menutup mata dari kenyataan

Kenyataan yang tak pernah

Bisa mereka terima….

Dan kemudian tecekik dalam

Tangis kepedihan dan kematian….

Bukan Hanya Diam

JIWA…

Biarkan aku teriak

Biarkan aku berontak

dan mengatakankemunafikan yang ada

JIWA..

Biarkan aku bebas

Biarkan aku melayang

Menembus kehampaan pada dunia

JIWA…

Aku tak mau terdiam

Bagai pohon yang tumbang terhempas angin topan

Aku ingin hidup

Aku ingin kuat

Dalam hidup dan mati ku

Menunggumu…

Detik dan menit yang terus berganti

Berjalan di roda kehidupan yang tak kan berhenti di satu titik perjalanan

Menit yang lalu biarkan menjadi arti kehidupan yang tak kan pernah putus

Disini…

Disebuah waktu yang tak ku tau kpn

Ku hanya menantimu

Berharap kau kan datang

Dengan sejuta harapan dan cinta yang tertunda

Namun…

Di waktu ku menunggumu

Bayanganmu hilang….

Terhempas takdir kehidupan

Membawa mu pergi dalam bayang kelam

Jauh……..

Hingga aku tak dapat menyusulmu….

Dari Hati….

Maaf kan aku yang selama ini membuat mu bertanya.

Maaf kan aku yang selama ini membuat mu sedih.

Mungkin hanya kata “maaf” yang sanggup ku ucapkan

Karena aku tak dapat berbuat apa-apa lagi

Aku yang begitu bodoh!

Menyinyiakan segalanya yang kau beri pada ku

Terutama cintamu….

Arghhhhh!!!!!!!!!!

Tapi kenapa ini yang harus terjadi….

Kenapa??????

Kamu pergi ketika aku belum bertemu denganmu

Kamu pergi sebelum aku sempat mengenalmu lebih jauh

Dan disini

Aku hanya dapat menanti

dalam sunyi…..

ArrGGGGGhhhhh!!!!!

Aku benci!!!!!

Aku benci pada diriku sendiri.

Aku benci kenapa aku sia-siakan cinta setulus itu.

Cinta yang tak pernah berhenti mencintaiku

Dan kini…

Dia telah pergi…

Jauh…

Di tempat yang aku tak pernah bisa menyusul nya….

Kenapa?????

Tuhan……

Aku benci pada jiwa ini..

Aku benci……….